Johnson's Home of Mind

Homewelcome to the box, just try to think outside the blogNov 21, 2007
www.mindrive.multiply.com is about what's on my mind as a man think, read and speak

Blog Entrytukang insinyurDec 24, '07 3:08 AM
for everyone

anak gua sekolah dimana ya…?

 

di negara manapun pemerintahnya berencana membuat pengeluaran pendidikan minimum 20% dari anggaran setiap tahun, walaupun Indonesia akan menuju angka tersebut beberapa tahun mendatang. Pendidikan saat ini sudah menjadi komoditas yang diperjual-belikan karena itu setiap keluarga harus-kudu mempersiapkannya dengan baik sebab dana pendidikan adalah dana yang dipersiapkan seseorang atau keluarga dalam suatu periode tertentu untuk membiayai pendidikan pada suatu periode tertentu. Biasanya dana pendidikan diambil dari gaji, bonus atau rezeki tiba – tiba.

 

Pertanyaannya, berapa besar biaya yang dibutuhkan, jenis pendidikan apa, serta kapan dimulai dan berapa lama jarak waktu dari sekarang? Di Jakarta, perguruan tinggi misalnya rata–rata butuh waktu 4–5 tahun. Untuk konservatifnya direncanakan 5 tahun. Biaya yang diperlukan yaitu biaya uang kuliah yang dibayarkan ke perguruan tinggi, biaya alat tulis dan buku, serta biaya hidup dan transportasi. Bila saat ini biaya uang kuliah di perguruan tinggi sekitar Rp. 5 juta per semester dan uang pembangunan pada awal masuk perguruan tinggi sekitar Rp. 20 juta, maka uang kuliah yang dipersiapkan harus dihitung cermat dengan memasukkan inflasi.

Bila inflasi diestimasikan sekitar 6% pertahun, maka selama 9 tahun terjadi inflasi 54%. Akibatnya, dana biaya kuliah harus disediakan Rp. 107,8 juta [(1,54x(10 semester x Rp. 5juta ditambah 20 juta)]. Selanjutnya, biaya alat tulis dan buku–buku kuliah sekitar Rp. 5juta persemester, maka biaya selama kuliah 1,54x10xRp. 5 juta = Rp. 77 juta. Biaya hidup sekitar Rp. 3,5 juta perbulan dimasa mendatang, maka biaya yang dibutuhkan sebesar 5 x 12 x Rp. 3,5 juta = Rp. 210 juta. Total biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan tersebut sebesar Rp. 394,8 juta sehingga dibulatkan sebesar Rp. 400juta

 

Bagaimana mempersiapkan dana Rp. 400 juta tersebut?. Pertama dengan menabung di rekening koran yang hasilnya kecil sekali karena adanya biaya administrasi. Oleh karena itu keluarga harus menabung sebesar Rp. 3,7 juta perbulan [Rp. 400juta : (9 x 12)]. Dalam kasus ini, keluarga hanya memasukkan dana ke tabungan atau rekening koran dan tidak pernah diambil.

Kedua menabung dengan ada tingkat bunga dari dana yang dikumpulkan. Dalam kasus ini dihitung berapa dana harus ditabung setiap bulannya supaya sembilan tahun lagi tersedia dana Rp. 400juta. Dalam nilai uang dapat dihitung dengan menentukan tingkat bunga atau hasil investasi per tahun atau per bulan. Bila hasil investasi sekitar 8% per tahun, maka keluarga harus menabung Rp. 2,54 juta bila penyetoran tabungan pada akhir bulan dan Rp. 2,524juta bila penyetorannya pada awal bulan. Kedua metode persiapan dana pendidikan ini berasumsi kita masih ada selama 9 tahun tahap mengumpulkan dana tersebut. Keluarga harus konsisten menyetor dana ke bank dengan bunga yang disebutkan sebelumnya. Bila bunga turun dari asumsi 8% yang dibuat, maka hasil Rp. 400juta yang diinginkan tidak tercapai. Oleh karena itu, keluarga harus membeli asuransi yang dapat menutup resiko masa mendatang dikarenakan tidak bisa bekerja, meninggal atau sebab lain.

 

Membeli properti saat ini dan menjualnya pada saat anak akan masuk ke perguruan tinggi. Dalam kasus ini, keluarga sudah harus tahu persis harga rumah saat dijual sama dengan nilai yang diinginkan sebesar Rp.400juta. Dalam hal ini keluarga harus menganalisis property bersangkutan selama sembilan tahun. Selain hal tadi investasi pada saham yang beresiko tinggi dan kemungkinan hasilnya dapat dicapai. Dalam mempersiapkan dana pendidikan ini, keluarga harus memperhitungkan dana yang dimiliki dan inflasi yang diperhitungkan sebesar asumsi yang dibuat. Bila asumsi tidak tepat maka, maka perhitungan yang dilakukan tidak akan tercapai. Oleh karena itu, dalam perencanaan keluarga dapat berkonsultasi kepada perencana keuangan yang memahami investasi karena kunci perencanaan keuangan terletak pada investasi.

 

Selamat Merencanakan Keuangan. Selamat Menikmati Hidup. Sukses            


Blog Entrygua mau istirahatDec 24, '07 3:07 AM
for everyone

loe nggak pensiun…?

Pensiun sejahtera, itu yang menjadi dambaan setiap orang, terutama mereka yang masa mudanya menikmati kehidupan yang tidak pernah berkekurangan bahkan berlebih. Dan buat setiap orang masa pensiun merupakan akhir dari kehidupan yang sejahtera bila tidak dipersiapkan dengan matang sejak dini. Muncul sebuah pertanyaan, apa yang harus saya siapkan supaya pensiun dinikmati dengan indah. Dua puluh lima (25) tahun bekerja dan berusaha biasanya sudah cukup buat setiap orang untuk masuk ke dalam era pensiun, era dimana yang bisa dilakukan adalah bersenang–senang dan rileks bukan situasi dimana harus pusing memikirkan dateline, proyek, hutang dan tujuan keuangan lain yang harus dicapai. Artinya era pensiun memerlukan dana cukup besar. Tidak ada tanggungan lagi kalau bisa pas pensiun, itu baru pencapaian penuh kehidupan masa tua.

Untuk era pensiun ini biaya hidup sehari-hari dapat disiasati dengan dua cara:

Pertama menjalankan bisnis yang bisa menghidupi keluarga. Ketika berbisnis pun yang tidak memerlukan pemikiran dan tenaga yang sangat besar.

Kedua memiliki portfolio investasi sejak mulai bekerja dan berusaha sehingga melakukan perencanaan yang lebih matang. Bagaimana? Pertama melakukan estimasi terhadap biaya yang akan dikeluarkan pekerja atau wiraswasta ketika pensiun. Bila saat ini biaya hidup pensiunan yang sudah berkeluarga Rp. 2jt tiap bulannya maka 25 tahun mendatang biaya tersebut mencapai Rp. 5jt tiap bulannya, dengan asumsi tersebut maka diperkirakan terjadi pertumbuhan biaya hidup sebesar 150% atau terjadi 6% inflasi tiap tahunnya. Inflasi inilah yang menjadi persoalan utama yang tidak bisa ditebak kenaikannya dan selalu mengalami kenaikan diatas 5% yang membuktikan bahwa pemerintah tidak mampu menahan laju inflasi. Berbeda dengan negara – negara maju yang inflasinya paling tinggi hanya mencapai 4 – 5%.

Bagaimana memperkirakan dana yang harus dikumpulkan dengan berinvestasi untuk era pensiun nanti? Yang perlu dicermati adalah bila pengeluaran sehari-hari saat ini mencapai 5 juta tiap bulannya maka dalam setahun dibutuhkan dana sebesar 60 juta dan ini dengan mengasumsikan bahwa tidak ada lagi pengeluaran kejutan. Oleh karena itu pekerja/ wiraswasta harus berinvestasi dengan hasil bunga sebesar 5 juta. Bila tingkat bunga yang berlaku pada saat pensiun sebesar 5%, maka dana yang tersedia ketika pensiun sebesar 1.2 miliar. Besaran tingkat bunga pada masa pensiun perlu diketahui dan diperoleh dari para pihak yang memahaminya. Sebaiknya para pekerja dan wiraswasta harus menemui para perencana keuangan yang memahami investasi supaya rencana pensiun lebih baik dan benar. Selanjutnya, bagaimana mengumpulkan dana sebesar yang dihitung untuk tersedia pada saat pensiun tersebut. Dana tersebut tentunya dalam bentuk tunai. Pengumpulan dana ini dapat dilakukan dengan menabung setiap bulan dari gaji atau pendapatan yang diperoleh. Bila melakukan menabung dan menginvestasikannya ke dalam instrumen investasi maka perlu diketahui besarnya tingkat pengembalian instrumen investasi tersebut.

Sederhananya maka ada 300 bulan yang tersedia bagi pekerja untuk menyisihkan dananya dari gaji atau pendapatan yang diperoleh selama 25 tahun. Bila dana yang dibutuhkan sebesar 1,2 miliar dan jumlah bulan selama bekerja (300 bulan), maka tiap bulan harus ditabung dana sebesar Rp. 4 juta. Penyisihan sebesar Rp.4 juta tiap bulan dengan asumsidana itu tidak memberikan hasil (return) selama 25 tahun tersebut. Bila seseorang baru bekerja sekarang ini hanya mempunyai gaji sebesar Rp. 1,5juta maka kemungkinan besar bisa menabung untuk pensiun maksimum sekitar Rp. 500 ribu. Ketika umur dan gaji mengalami peningkatan, maka dana disisihkan harus lebih besar. Bila seorang pekerja baru mulai menabung pada saat usia 30 tahun dengan menyisihkan dana Rp. 500ribu dan naik Rp. 500ribu setiap 5 tahun sampai usia 50 tahun total penyisihan sebesar Rp. 2,5 juta, pada umur 50 tahun maka dana akan terkumpul sebesar Rp. 839,75 juta bila investasinya sebesar 0.5 persen perbulannya.

Bila dana ini terkumpul, maka pekerja akan menginvestasikan pada tingkat bunga obligasi pemerintah sebesar 8% seperti sekarang ini diperoleh dana setiap bulannya sebesar Rp. 5,6juta. Perkiraan ini merupakan perkiraan yang bisa dihitung dengan asumsi kita tetap sehat selama periode bekerja dan tingkat bungan tidak pernah turun dari 0,5%. Ketidakpastian pada masa mendatang merupakan sebuah faktor yang diperhitungkan oleh pekerja, sehingga pekerja harus menggunakan lembaga dana pensiun yang memberikan jaminan dana tersebut terkumpul. Semua persiapan dana untuk pensiun ini dapat ditanyakan kepada perencana keuangan yang juga memahami investasi. Selamat mempersiapkan dana pensiun.          


Blog Entryladies onlyDec 14, '07 3:23 AM
for everyone

Menarik untuk disimak kalau ternyata perilaku pria dan perempuan relatif sama dalam keinginan memiliki kendaraan, rumah, dan bepergian. Artinya, nilai uang yang dibelanjakan pria hanya sedikit lebih banyak dibandingkan perempuan (nah, lho kenapa matre identik dengan perempuan kalau begitu? Sekarang siapa yang shopaholic?)

Tapi nanti dulu, di sisi lain dalam beberapa hal, terjadi perbedaan cukup signifikan. Laki-laki lebih suka membelanjakan uangnya untuk hobi dan hiburan tetapi untuk keperluan seperti personal care dan atribut pribadi/fashion perempuan bisa menghabiskan pengeluaran 3 kali lipat dari laki-laki.

 

Paparan diatas bukan pendapat kalangan tertentu tetapi justru berdasarkan hasil riset tentang perilaku manusia dalam membelanjakan uangnya di sebuah negara maju. Bicara soal perilaku menurut anda sebagai perempuan dan laki – laki apakah ini keliru atau tidak? Nah untuk membantu menjawab pertanyan tersebut  berikut hal – hal yang dapat membuka pikiran anda terutama para perempuan karena artikel kali ini kita bicara blak-blakan soal pengelolaan keuangan perempuan terutama dalam peranan mereka sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga.

 

Ada empat tipe kepribadian perempuan yaitu promoting, fasilitator, mengontrol dan analitis dan pada umumnya cenderung memiliki gaya promoting dan fasilitator. Fasilitator misalnya hakikatnya adalah perilaku yang sangat senang berhubungan dengan manusia lain, memberi perhatian, dan selalu ingin dianggap sebagai orang baik. Sementara promoting, cenderung ingin menonjol dan berbeda dengan orang lain. Termasuk, sangat mementingkan penampilan, suka hal yang “tinggi-tinggi” kalau bicara. Nah kalau kedua karakteristik ini dipadukan maka jika hendak membeli barang tertentu, stimulannya adalah gaya pribadi tadi. Ini pula yang menjelaskan pengeluaran keuangan perempuan untuk keperluan personal care lebih tinggi dibandingkan pria.

 

Terus gimana dong? Begini tatkala perempuan menyadari ada perilaku yang bersifat promoting dan fasilitator dan hal itu bisa berdampak kurang efektif terhadap pengelolaan keuangan, mestinya memiliki fleksibilitas dan mengubah gaya menjadi, katakanlah lebih mengontrol. Pengertian mengontrol dalam hal ini adalah langsung ke tujuan, melakukan sesuatu hal berdasarkan keperluan inti. Contoh konkret, bila berbelanja sudah memiliki rencana terlebih dulu dan tidak akan belanja barang lain jika tidak termasuk dalam daftar barang yang akan dibeli.

 

Selanjutnya, juga perlu untuk mempertimbangkan perilaku analitis dalam berbelanja atau bahkan mengelola uang secara menyeluruh. Contoh paling konkret, cukup banyak perempuan melakukan investasi bukan karena hasil analisis, melainkan karena rekomendasi teman, saudara, ataupun orang tua. Oleh karena itu, ketika hendak melakukan investasi atau berbelanja sekalipun perilaku analitis layak dikedepankan. Kesimpulannya, pengelolaan keuangan tidak bisa dilepaskan dari karakteristik pribadi, tetapi karakteristik pribadi bukan pula tidak bisa diubah.

 

Selamat Merencanakan Keuangan Anda. Selamat Menikmati Hidup. Sukses   

     


Photo Albumband of brothers (2 photos)Dec 10, '07 12:47 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
men of the iTC

MusicminDrive musicDec 7, '07 7:57 AM
for everyone
Are You In Morning View Incubus 
Incubus - Love Hurts   
Muse - Starlight   
Alter Bridge - Open Your Eyes   
Melankolin  Efek Rumah Kaca 
Incubus - Diamonds And Coal   
Imogen Heap - Goodnight & Go   
Wish You Were Here Morning View Incubus 

Blog EntryPersonal Financial PlanningDec 7, '07 7:39 AM
for everyone

Personal Financial Planning

Provides Decision & Meaning

To Your Financial Decision

 

Apakah Yang Dimaksud Dengan Perencanaan Keuangan?

 

Perencanaan Keuangan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang bertujuan untuk membantu menganalisa dan mengelola keuangan perorangan dan keluarga, maupun kegiatan bisnis mereka secara objektif, agar dapat tercapai target keuangan maupun gaya hidup sebagaimana yang diharapkan.

 

Proses perencanaan keuangan meliputi pengumpulan data-data keuangan klien, menetapkan tujuan-tujuan atau rencana dalam hidupnya, memeriksa status keuangan terkini dan berikutnya menyusun strategi agar klien dapat mewujudkan impian-impiannya berdasarkan kondisi keuangan terkini dan rencana-rencana hidupnya ke depan. Tujuan atau rencana hidup seseorang dapat saja berupa keinginan untuk membeli rumah, menabung untuk pendidikan anak, menjalani hari tua yang menyenangkan.

 

Manfaat Perencanaan Keuangan Bagi Klien

 

Perencanaan keuangan adalah suatu profesi multi-disiplin, yang memberikan pengarahan dan arti bagi suatu pengambilan keputusan keuangan. Hal ini memungkinkan klien untuk menyadari bahwa setiap pengambilan keputusan keuangan akan berdampak terhadap kondisi keuangan lainnya. Misalnya: dengan membeli suatu produk investasi tertentu akan menolongnya untuk melunasi hipoteknya lebih cepat dari seharusnya, akan tetapi dari sisi lain, hal ini dapat mengakibatkan masa pensiunnya tertunda secara signifikan. Dengan adanya perencanaan keuangan yang tepat, klien dapat mempertimbangkan dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari setiap keputusan yang diambilnya terhadap tujuan-tujuan hidupnya. Klien juga dapat dengan lebih mudah mengadaptasi diri terhadap perubahan – perubahan yang terjadi dalam hidupnya dan akan merasa lebih aman karena tujuan-tujuan atau target hidupnya tetap berada pada jalurnya.

 

Mengapa Klien Membutuhkan Financial Planner?

 

Ketika masyarakat dihadapkan pada situasi dimana mereka harus makin bertanggung-jawab terhadap keamanan keuangan masing-masing dan ditambah adanya gejolak dari pelbagai peristiwa dan pasar international makin terasa dampaknya, maka kebutuhan akan Financial Planner bertaraf international semakin meningkat. Setiap individu berhak memperoleh saran-saran yang memadai untuk kepentingan perencanaan keuangannya, berdasarkan kebutuhan masing-masing.

 

Financial Planner dapat mengambil gambaran besar dari kondisi keuangan seorang klien dan kemudian membuat rekomendasi atas perencanaan keuangan yang bersangkutan secara komprehensif. Rekomendasi ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan klien secara menyeluruh (meliputi budgeting & saving, perencanaan pajak, investasi, asuransi dan perencanaan hari tua, manajemen hutang dan resiko), atau dapat juga difokuskan hanya pada 1 (satu) pokok keuangan saja, namun tetap dalam konteks kondisi keuangan klien secara menyeluruh. Cara pendekatan inilah yang membedakan Financial Planner dari konsultan keuangan lainnya (akuntan, perencanaan warisan, agen asuransi, konsultan investasi atau broker saham) yang kemungkinan hanya terlatih untuk menangani satu jenis tertentu dari kebutuhan keuangan klien.  

 

minDrive Financial Planning             please contact::021-93176793        jo.mindrive@yahoo.com

 


MessageGuestbook
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help
Template design Copyright © 2005 Jeff Miller